Senin, 23 Januari 2012

TEKNOLOGI INFORMASI SEBAGAI KEUNGGULAN KOMPETITIF

Perusahaan adalah suatu system fisik yang menggunakan suatu system Konseptual Sistem Fisik Perusahaan adalah : system lingkaran Tertutup dalam artian kata dikendalikan oleh manajemen menggunakan informasi umpan balik untuk meyakinkan bahwa tujuan tujuan suatu perusahaan itu tercapai. Perusahaan mengambil sumberdaya dari lingkungannnya kemudian mengubah sumber daya tersebut menjadi barang dan jasa kemudian mengembalikannya kepada lingkunganya. “Lingkungan merupakan alasan utama dari suatu perusahaan “ Perusahaan melihat perlunya penyediaan barang dan jasa untuk kebutuhan lingkungan tertentu dan menanamkan modalnya sehingga perusahaan melaksanakan aktivitasnya.
1. Lingkungan Perusahaan
Perusahaan dalam lingkungannya dan Sumber daya :
      · Uang
· Material
· Personil
2. Keunggulan Kompetitif
Banyak cara untuk mencapai keunggulan kompetitif diantaranya:
1. menyediakan barang dan jasa dengan harga murah;
2. menyediakan barang dan jasa lebih baik daripada pesaing; dan
memenuhi kebutuhan khusus suatu segmen pasar tertentu.
Pada bidang komputer, “keunggulan kompetitif” mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapatkan “leverage” di pasaran. Artinya, perusahaan tidak selamanya mengandalkan pada
sumberdaya fisik, tetapi pada sumber daya konseptual yang unggul data dan informasi yang dapat digunakan sama baiknya.
Beberapa perusahaan telah mendapatkan publikasi yang luas karena menggunakan informasi untuk mencapai keunggulan kompetitif.
Diantaranya : American Airlines dengan system pemesanan penerbangan “Sabre”; American Hospital Supply dengan jaringan EDI (Electronic Data Interchange); dan Mc Kesson
Drug dengan sistem distribusinya yang disebut Economost.
Ada 3 pokok penting mengenai 3 contoh keunggulan
kompetitif di atas :
a) Tidak satupun perusahaan di atas yang puas hanya
mengandalkan sumberdaya fisik untuk menjadi pesaing yang tangguh.
b) Tidak ada aplikasi komputer inovatif yang memberikan kompetitif bagi perusahaan secara terus menerus.
c) Ketiga perusahaan tersebut memusatkan sumberdaya informasi mereka pada para pelanggannya.
3. Sumberdaya Informasi
Sumberdaya informasi terdiri dari: perangkat keras komputer, perangkat lunak komputer, para spesialis informasi, pemakai, fasilitas, database, dan informasi. Perusahaan harus mengelola sumberdaya tersebut untuk mencapai hasil yang diinginkan. Untuk itu perlu manajer khusus
yang mengelola jasa informasi. Selama ini ada beberapa istilah yang lazim dikenal. Misalnya CEO (Chief Executive Officer) adalah orang yang memiliki pengaruh paling kuat dalam operasi
perusahaan, dan umumnya memiliki jabatan direktur utama atau ketua dewan direksi.
Beberapa istilah lain adalah CFO (Chief Financial Officer) dan COO (Chief Operating Officer). Untuk manajer jasa informasi dikenal istilah CIO (Chief Information Officer) yaitu manajer jasa informasi yang menyumbangkan keahlian manajerialnya bukan saja untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan sumberdaya informasi, tetapi juga area operasi
perusahaan lainnya. Seorang manajer jasa informasi dapat berperan sebagai chief
information officer dengan mengikuti saran-saran berikut:
a) Sediakan waktu untuk pelatihan bisnis, selain teknologinya.
b) Buat kemitraan dengan unit-unit bisnis dan line management;
jangan menunggu hingga diundang.
c) Fokuskan pada perbaikan proses dasar bisnis.
d) Jelaskan biaya-biaya IS dalam istilah-istilah bisnis.
e) Bangun kepercayaan dengan memberikan jasa IS yang dapat
diandalkan.
f) Jangan bersifat defensif.
4. Perencanaan Strategis
Perencanaan jangka panjang juga dikenal sebagai perencanaan strategis karena mengidentifikasi tujuan-tujuan yang akan memberikan perusahaan yang paling menguntungkan
dalam lingkungannya, serta menentukan strategi untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
Setelah rencana strategis ditetapkan, tiap area fungsional bertanggung jawab untuk mengembangkan rencana strategis mereka sendiri. Rencana-rencana fungsional merinci bagaimana area-area tersebut akan mendukung perusahaan saat perusahaan
bekerja menuju tujuan strategisnya.




5. Perencanaan Strategis Sumberdaya Informasi
Transformasi kumpulan strategi
Saat jasa informasi mulai mengembangkan rencana-rencana strategis, pendekatan yang dianjurkan adalah mendasarkan rencana tersebut pada tujuan strategis perusahaan, disebut
“kumpulan strategis organisasi”. Langkah kedua yang tersendiri, suatu rencana jasa informasi dibuat untuk mendukung tujuan perusahaan, disebut “kumpulan strategis SIM” yang
terdiri dari sejumlah tujuan, kendala, dan strategi. Pendekatan ini dinamakan “transformasi kumpulan strategi”.
Pendekatan SPIR
Solusi untuk masalah tidak memadainya sumberdaya informasi adalah “perencanaan strategis sumberdaya informasi” (strategic planning for information resources – SPIR), saat
perusahaan menerapkan SPIR, rencana strategis untuk jasa informasi dan rencana strategis untuk perusahaan dikembangkan secara bersamaan.
End-user computing sebagai masalah strategis
Tidak semua orang yang ikut dalam EUC memiliki tingkat pengetahuan komputer yang sama. Para pemakai akhir dapat dikelompokkan menjadi 4 :
1. pemakai akhir tingkat menu (Menulevelend-users)
2. pemakai akhir tingkat perintah (Command-levelend-users),
3. programmer pemakai akhir (End-user programmers),
4. dan personil pendukung fungsional (Functional support personnel).
Jenis-jenis aplikasi pemakai akhir
Sebagian besar aplikasi end-user computing dibatasi pada :
· Sistem pendukung keputusan yang relatif mudah (relatively easy DSS).
· Aplikasi otomatisasi kantor yang memenuhi kebutuhan
perseorangan.
Selebihnya adalah tanggung jawab spesialis informasi untuk bekerja sama dengan pemakai dalam mengembangkan: aplikasi SIM&SIA, DSS yang kompleks, aplikasi OA yang memenuhi
organisasional dan sistem pakar.
Manfaat End-User Computing
· Pemindahan beban kerja.
· Kesenjangan komunikasi.
Risiko End-User Computing
· Sistem yang buruk sasarannya.
· Sistem yang buruk rancangan dan dokumentasinya.
· Penggunaan sumberdaya informasi yang tidak efisien.
· Hilangnya integritas data.
· Hilangnya keamanan.
6. Konsep Manajemen Sumberdaya Informasi
Manajemen sumberdaya informasi (Information resources management – IRM) adalah aktivitas yang dijalankan manajer pada semua tingkatan dalam perusahaan dengan tujuan mengidentifikasi, memperoleh, dan mengelola sumberdaya informasi
yang dibutuhkan untuk memenuhi keperluan pemakai.
Elemen-elemen IRM yang diperlukan adalah :
    a. Kesadaran bahwa keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui
sumberdaya informasi yang unggul.
b. Kesadaran bahwa jasa informasi adalah suatu area fungsional Utama
c. Kesadaran bahwa CIO adalah eksekutif puncak.
d. Perhatian pada sumberdaya informasi perusahaan saat membuat perencanaan strategis.
e. Rencana strategis formal untuk sumberdaya informasi.
f. Strategi untuk mendorong dan mengelola end-user computing.
Perusahaan dan lingkungannya
Konsep manajemen pengetahuan sebagai keunggulan dalam bersaing telah lama dipopulerkan oleh para ahli manajemen. Oraganisasi harus secara efisien dan efektif dalam menciptakan, mengalokasikan dan mengangkap serta membagi pengetahuan dan keahliannya untuk mengaplikasikan dalam menyelesaikan masalah dan memanfaatkan peluang.penghargaan dan pelembagaan peran pengetahuan dan pembelajaran merupakan pendekatan yang efektif untuk membangun landasan kemampuan bersaing organisasi. Organisasi harus memanfaatkan pengetahuannya untuk membangun stategi. Untuk secara jelas menghubungkan manajemen dengan strategi, organisasi harus mengartikulasikan kemauan strategiknya, mengidentifikasi pengetahuan yang diperlukan untuk melaksanakan strategi yang diinginkan, dan membandingkannya dengan pengetahuan actual untuk menjembatani perbedaan strategik. Perusahaan memiliki banyak hubungan terha

  1. Teknologi Informasi untuk keunggulan Kompetitif
  2. Perusahaan adalah suatu system fisik yang menggunakan suatu system Konseptual Sistem Fisik Perusahaan adalah : system lingkaran Tertutup dalam artian kata dikendalikan oleh manajemen menggunakan informasi umpan balik untuk meyakinkan bahwa tujuan tujuan suatu perusahaan itu tercapai. Perusahaan mengambil sumberdaya dari lingkungannnya kemudian mengubah sumber daya tersebut menjadi barang dan jasa kemudian mengembalikannya kepada lingkunganya. “Lingkungan merupakan alasan utama dari suatu perusahaan “ Perusahaan melihat perlunya penyediaan barang dan jasa untuk kebutuhan lingkungan tertentu dan menanamkan modalnya sehingga perusahaan melaksanakan aktivitasnya.
  3.  
  4. Delapan elemen Lingkungan Pemerintah : Pada tingkat pusat, daerah dan local memberikan kendala-kendala dalam bentuk undang-undang dan peraturan, tetapi juga memberikan bantuan dalam bentuk pemebelian. Masyarakat keuangan : terdiri dari lembaga2 yang mempengaruhi sumber daya uang yang tersedia bagi perusahaan. Masyarakat Global : Wilayah geografis tempat perusahaan melaksanakan operasinya. Pemasok : Penyedia material, mesin, jasa dan informasi yang digunakan oleh perusahaan untuk memproduksi barang dan jasa. Pelanggan : Pemakai atau calon pemakai Serikat Buruh : organisasi pekerja adalah organisasi bagi tenaga kerja terampil maupun tenaga kerja tidak terampil. Pesaing : Mencakup semua organisasi yang bersaing dengan perusahaan. Pemegang Saham atau Pemilik : Penanam modal dan mewakili tingkat manajemen tertinggi .
  5. Keunggulan Kompetitif pada perusahaan I ini dapat dicapai melalui banyaknya cara seperti : 1. menyediakan barang dan jasa dengan harga yang murah. 2. Menyediakan barang dan jasa yang lebih baik dari pesaing 3. Memenuhi kebutuhan khusus suatu segmen pasar tertentu. Pada Komputer Keunggulan Kompetitif mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapatkan pelanggan dipasar.
  6. Apa Saja Sumber Daya Informasi itu ? 1 Perangkat Keras Komputer 2. Perangkat Lunak Informasi 3. Para Spesialis Informasi 4. Pemakai 5. Fasilitas 6. Data Base 7. Informasi Sumber daya informasi inilah yang akan nantinya menjadi keunggulan kompetitif. Contohnya manajer harus mengerti bahwa pegawai yang mampu menerapkan computer untuk permasalahan bisnisnya adalah sumber daya yang berharga demikian pula para pemakai dilingkungannya
  7. Siapa yang mengelola sumber Daya Informasi ? Chief Information Officer (CIO) Istilah CIO memiliki pengertian lebih dari sekedar suatu gelar, memiliki pengertian suatu peran yang seharusnya dilaksanakan oleh manager jasa informasi tingkat puncak. CIO ini juga dapat dikatakan sebagai manajer jasa informasi yang menyumbangkan keahlian manajerialnya tidak hanya untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan sumberdaya informasi tetapi juga berbagai bidang lain dari operasi perusahaan
8.     
    • Seorang Manager jasa informasi dapat berperan sebagai Chief Information Officer ( CIO) dengan mengikuti berikut ini :
    • Ada waktu untuk bisnis dan pelatihan bisnis bukan hanya teknologinya
    • 2.Membangun kemitraan dengan unit-unit bisnis jangan menunggu hingga diundang.
    • 3.Fokuskan pada perbaikan proses dasar bisnis.
    • 4.Jelaskan biaya-biaya IS dalam istilah bisnis.
    • 5. Bangun kepercayaan dengan memberikan jasa IS yg dapat diandalkan.
    • 6.jangan bersifat defensive (Bertahan).
  1. Perencanaan Strategi Fungsional
  2.  
  3.  
  4. End-User Computing sebagai masalah Strategi Pemakai akhir tingkat Menu ( Menu-level end-user) Sebagai pemakai akhir tidak mampu menciptakan perangkat lunak mereka Sendiri, tetapi dapat berkomunikasi dengan perangkat lunak jadi dengan Menggunakan menu-menu seperti yang ditampilkan oleh perangkat lunak Berbasis wndows dan Mac Pemakai akhir Tingkat Perintah (Command Level end-User) Memiliki kemampuan menggunakan perangkat lunak jadi yg lebih dari sekedar Memilih menu. Pemakai ini mampu menggunakan bahasa peintah dari perangkat Lunak untuk melakukan operasi aritmetika dan logika pd data. Contoh : pemakai Ms Excel menggunkan perintah2 khusus u/ menyelesaikan proses yg tidak mungkin Dilakukan tingkat menu Pemakai akhir tingkat Programer (End-user programmer) Pemakai ini dapat menggunakan bahasa-bahasa pemrograman seperti BASIC Dan mengembangkan program2 yg disesuaikan kebutuhan sendiri. Personil Pendukung Fungsional. Para spesialis informasi adalah anggota dari unit unit fungsional, bukannya unit jasa Informasi dalam hal ini adalah spesialis informasi yang bededikasi pada area pemakai tertentu dan melapor pada manager fungsional.
13.  
    • Manfat End-User Computing
    • Memindahkan sebagian beban kerja pengembangan sistem kepada
    • Pemakai.
    • 2. Mengurangi Kesenjangan komunikasi antara pemakai dan spesialis
    • Informasi
14.  
    • Resiko End-User Computing
    • Ketika para pemakai mengembangkan Sistem mereka sendiri ,perusahaan akan
    • Dihadapkan pada resiko a/l:
    • Sistem yang buruk sasarannya. Pemakai akhir mungkin menggunakan komputer
    • untuk aplikasi yang seharusnya dilakukan dengan cara lain misalnya manual
    • 2. Sistem yang buruk rancanagan dan dokumentasinnya. Pemakai akhir, walau
    • memakai pengetahuan yg tinggi ttg komputer, tdk dapat menandingi frofesiona-
    • lisme spesialis informasi dlm merancang sistem, selain itu ketegesaan dalam
    • menjalankan sistem cenderung mengabaikan perlunya dokumentasi rancangan
    • supaya sitem dapat dieihara
    • Penggunaan Sumber Daya Informasi yang tidak efisien. Tidak adanya pengendalian terpusat perolehan perangkat keras dan lunak, perusahaan akhirnya memiliki perangkat keras yang tidak kompetibel dan perangkat lunak yang berlebihan.
    • Hilangnya Integritas Data, kurangnya kehati2an dalam memasukkan data kedalam data base perusahaan pada saat yg sama pemakai lain menggunkan data yg salah dan mengira data trsebut tepat. Hasilnya output terkontaminasi sehingga menghasilkan keputusan yang keliru.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar